3 perbedaan mendasar Orang Indonesia dengan Orang Jepang (negara maju)

Kawan saya pernah bercerita kepada saya. Dia bercerita waktu pengalaman beliau ketika berbincang- bincang dengan orang Jepang. Orang Jepang tersebut memberitahu kepada kawan saya bahwa ada 3 alasan utama kenapa bangsa Indonesia susah sekali maju, dan 3 alasan ini yang menjadi perbedaan orang Jepang dengan orang Indonesia. 3 alasan tersebut adalah :

  1. Santai aja lagi… Santai disini memiliki arti khusus, santai tersebut mengindikasikan orang Indonesia suka menghabiskan waktunya  dengan kegiatan yang dilakukan bersama orang lain yang tidak produktif seperti nongkrong, kongkow, ngobrol sambil gosip, ngopi (baik di kafe kelas atas ataupun di warung kopi jalanan), arisan berjam-jam, merokok dengan waktu yang lama, dan lain-lain.
  2. Jam karet. Kalo masalah ini memang menjadi pernmasalahan yang menjadi darah daging orang Indonesia yang susah dihilangkan.  Sangat berbeda dengan filosofis orang maju, Time is Money.
  3. Kalo ada hari esok, kenapa harus dikerjakan sekarang?

Pada intinya, orang Indonesia suka menunda.

Tapi setidaknya , kalau boleh saya mengambil data dari Bapak Andrie Wongso, ada satu hal yang paling membanggakan Indonesia di mata dunia, yaitu Indonesia adalah Negara yang mempunyai penduduk paling ramah dan murah senyum nomor 1 di dunia. Wow! Prestasi yang sangat membanggakan, dan pastinya kita harus mempertahankan prestasi ini.  🙂

Saya sangat senang apabila kamu komentar di bawah ini :)

oleh : Erifson Jenando

Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Bandung

@erifson / http://www.berfikirliar.wordpress.com

Iklan

2 Komentar

Filed under motivasi

2 responses to “3 perbedaan mendasar Orang Indonesia dengan Orang Jepang (negara maju)

  1. ada lagi perbedaan mendasar lainnya: orang jepang sangat jujur dan terbuka pada pendapat. sementara kebiasaan jelek menyontek dan malu mengungkapkan pendapat masih menggurita di negeri ini. yaah… itu masalah2 yang harusnya dibenahi sebenarnya. saya termasuk yg terkena dampak kedua, sering malu berpendapat akibat trauma masa lalu oleh guru dan lingkungan. padahal aslinya saya cerewet dan berani (wkwk…jadi curcol, maaf y :P).

    well…itu bukan hal yang mustahil untuk berubah kan?

    • erifsonjenando

      Bener sekali..
      TIDAK ada yang mustahil kok, asalkan ada kemauan yang penuh untuk berubah ke arah yang lebih baik.
      Thanks bro’ 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s