Melihat sisi Positif Republik ‘Instant’

Kurang lebih 2 tahun Kabinet Pemerintahan SBY-Budiono telah bergulir. Banyak cerita menarik yang bisa kita ambil dai fenomena ini. Satu hal yang menarik yang kita lihat dari situasi yang terjadi di masyarakat adalah kebanyakan rakyat kita memberi pendapat dan menyingkapinya dengan bermakna negatif. Akan tetapi saya bukan mengajak anda sekalian untuk memprovokasi, menghina atau memojokkan kinerja pemerintahan kita, tapi saya ajak kita semua mengoreksi dan melihat sisi positif atas apa yang telah dilakukan dan diperjuangkan pemerintah kita dua tahun belakangan.

Memang masalah negri ini adalah masalah multidimensional. Banyak sekali permasalahan yang dihadapi pemerintahan kita satu tahun belakangan. Mulai dari kasus Century, kasusu Susno Djuadji, kasus wisma atlet, kasus pengambilan hak paten batik dan budaya kita yang lain,  dan yang paling segar banyaknya bencana alam yang menerpa negri kita tercinta ini. Akan tetapi, banyak bukan berarti mustahil untuk diselesaikan.

Fenomena yang menarik lain adalah sikap Bapak Presiden kita yang sidikit “ loyo”. Loyo maksudnya disini adalah bukan menjadi solusi atas masalah yang ada, tetapi malah menjadi penambah masalah. Masih inget di ingatan kita bahwa sang Presiden berpidato dengan menangis ketika berada di Bogor mengenai hal petani. Disini para petani kita bukan ingin melihat sebuah air mata, tetapi petani kita ingin melihat sebuah tindakan nyata untuk memperbaiki kehidupan mereka. Begitu juga ketika Beliau berkunjung ke Makasar kemarin, bukannya mengahadapi mahasiswa dengan jantan dan menenangkan massa, tetapi beliau cuek saja dan tidak memberikan tindakan yang positif.

Salah satu sumber masalah adalah maraknya dan telah mendarah daging budaya instant di kehidupan masyarakt Indonesia. Segalanya ingin menjadi lebih mudah, segalanya ingin menjadi lebih cepat, dan semua diatur oleh uang. Masalahnya dengan cara ini, banyak orang-orang ‘bawah’ menjadi penderita atas kondisi ini. Banyak orang yang kaya semakin kaya, dan orang miskin semakin miskin. Dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita contohnya pengurusan KTP, sampai ketika mengenai keputusan pemerintahan , semuanya mengandung unsur instant. Layaknya pada saat membuat mie instant, semua serba cepat dan mudah, tetapi merugikan badan ( dalam konteks ini merugikan rakyat).

Banyak masalah, banyak kendala, tetapi bukan tanpa solusi. Harusnya kita sebagai rakyat negri ini yang kita cintai selalu mendukung fisik maupun moral. Layaknya sebuah pasangan sumi istri, maka pemerintah sebagai suami, dan rakyat adalah istri, keduanya saling mendukung, keduanya saling melengkapi. Itulh salah satu kunci keberhasilan suatu negara. Bukan selalu melihat sisi negative, tapi kita belajar untuk melihat sisi positif dari sesuatu.

Jika melihat apa yang terjadi, PDB negri kita mengalami kenaikan. Itu artinya terjadi kenaikan pendapatan rata-rata penduduk negri ini. Begitu juga telah di hak patenkan beberapa budaya kita. Seperti batik, angklung, dan lain-lain adalah contoh kongkrit. Walaupun sempat terlambat ambil langkah, setidaknya itu menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjadi warisan budaya negri kita. Komodo pun menjadi salah satu keajaiban dunia. Bahkan Indonesia menjadi salah satu pusat tujuan wisata dunia sekarang. Dan banyak lagi langkah-langkah yang baik dilakukan oleh pemerintah kita.

Intinya bukanlah orangnya atau teori yang dianut, tetapi bagaiman praktek di lapangan adalah hal yang utama. Bagaimana kedisiplinan dan focus untuk menadi yang terbaik selalu dijaga. Bersama-sama bersatu, bukan hanya mengharapkan atau memojokkan salah satu pihak saja. Semua itu adalah proses. Untuk menjadi negara hebat dan adidaya membutuhkan perjalanan panjang , tapi yakin kita pasti bisa.

Maju terus Indonesiaku!! Jaya Indonesia! Terima kasih.

 

Saya sangat senang apabila kamu komentar di bawah ini :)

oleh : Erifson Jenando

Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Bandung

@erifson / http://www.berfikirliar.wordpress.com

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under tips and trick

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s