Belajar Kehidupan dari sepak bola

Sepakbola. Apa hal yang pertama yang kamu pikirkan ketika mendengar sepakbola? Goal? Pemain favorit ? Tim kesayangan kamu? Atau serunya bermain sepakbola? Pasti banyak jawaban yang keluar, apalagi jika kamu adalah pecinta sepakbola sejati.

Tapi apakah kamu pernah berfikir untuk belajar filsafah kehidupan dari sepakbola. Berikut saya tampilkan beberapa yang menyangkut hal sepakbola yang mempunyai arti positif bagi kehidupan dan kamu bisa mengaplikasikannya. Selamat mencoba dan merenung 🙂

            1.Off side. Mungkin peraturan offside adalah hal yang paling sulit dimengerti dalam sepakbola. Apalagi bagi orang awam yang baru mengenal sepakbola. Offside itu terjadi jika seorang pemain diberikan bola ketika berada lebih dekat dengan garis gawang lawan dibanding posisi pemain lawan. Biasanya luar posisi digunakan para pemain belakang sebagai bagian dari taktik untuk menjebak lawan. Sederhanya ,kamu terkena offsides jika posisi kamu terlalu maju ke depan atau terlalu berlebihan .

Lalu apa hubungannya dengan kehidupan? Offside mengajarkan hidup kita supaya tidak selalu berlebihan. Berlebihan dalam konteks apapun. Karena segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik hasilnya. Seperti kata tokoh kartun Patrick Star, pemujaan yang berlebihan itu tidak sehat.

Offside juga mengajarkan kita untuk selalu menggunakan timing yang tepat dalam hidup kamu. Mundur di saat kamu harus mundur. Maju di saat kamu harus maju. Liat kondisi sekitar apa yang terjadi, lalu tentukan pergerakan seperti apa yang kamu putuskan agar pergerakan kamu tidak terkena ‘jebakan offside’ (sesuatu yang buruk) dalam hidup kamu.

2..Bertindak sejalan dengan strategi pelatih. Pelatih dalam sepakbola mempunyai peranan penting sebagai pengatur strategi ataupun motivator tim. Lalu apa hubungannya dengan kehidupan? Hidup haruslah mempunyai strategi untuk mencapai kemenangan. Kamu tidak bisa meraih kesuksesan dengan hanya menjalankannya. Hidup harus direncanakan. Seperti kata orang bijak, jika kamu gagal berencana, makan kamu berencana untuk gagal.

Lalu siapakah yang menjadi pelatih kita? Kamu bisa memilih mentor bisnis jika dalam konteks bisnis. Kamu bisa memilih orang tua jika dalam konteks keluarga. Kamu bisa memilih senior kamu jika kamu berkerja. Nasehat dan strategi dari mereka (pelatih dalam bidang masing-masing) akan membawa kamu sebagai pemain dari kehidupan untuk mencapai kemanangan yang kamu inginkan.

3.Lakukan rotasi pemain atau coba pemain muda. Dalam sepakbola sering kali para pelatih melakukan strategi rotasi pemain atau mencoba pemain pemain muda. Hal ini dilakukan jika the winning team (tim berisi pemain utama) belum bisa menghasilkan hasil yang positif.  Atau sang pelatih bisa menggunakan jasa para pemain muda jika performance pemain seniornya  buruk. Bahkan pemain muda bisa menjadi kartu As sang pelatih.

Dalam kehidupan kamu juga bisa mengaplikaskannnya. Pemain disini kamu ubah menjadi skill atau knowledge kamu. Kamu bisa mencari skill dan knowledge yang baru dalam kehidupan kamu. Skill atau knowledge baru itu akan menjadi kartu As kamu untuk bisa bersaing secara sehat di masa depan. Menjadi manusia yang berkualitas dan punya skill update adalah menu wajib bagi pemuda jaman sekarang. Begitu juga dalam sepakbola.

4.Suporter. Tidak bisa dipungkiri kontribusi suporter begitu besar dalam sepakbola. Malahan suporter kerap kali disebut pemain ke-12. Dalam kehidupan kita, siapakah yang menjadi suporter? Orang tua, sahabat, teman, saudara, pacar bisa kamu jadikan jadi suporter kehidupan kamu. Kehidupan ini terkadang begitu sulit dan menemui kegagalan. Jadi untuk membangkitkan semangat dan gairah hidup kamu, kamu perlu suporter dalam kehidupan kamu.

5.Dan yang terkahir, tapi yang paling penting adalah kartu peringatan / kartu kuning. Jika pemain sepakbola ada yang melakukan pelanggaran keras, maka akan diganjar kartu kuning. Maka pemain tersebut selanjutnya akan lebih hati-hati dalam bermain agar tidak diganjar kartu merah.

Lalu bagaimana dengan kehidupan kamu?  Kamu pernah mengalami kegagalan? Itu adalah kartu kuning kamu. Itu menjadi peringatan agar kamu tidak gagal lagi di kesempatan selanjutnya. Dari kegagalan kita belajar untuk tidak melakukan cara yang sama dan mencari solusi. Dari kegagalan kita diajarkan lebih hati-hati dalam memilih keputusan hidup.

Dari peringatan tersebut kita juga belajar untuk tidak melakukan hal yang ‘kasar’ dan abnormal dalam kehidupan kita. Tentu saja, jika kamu masih tetap tidak berubah juga, maka kartu merah (kegagalan total dan putus asa) akan jadi nasib kamu selanjutnya.

Terima kasih.

Hidup persepakbolaan Indonesia!

Saya sangat senang apabila kamu komentar di bawah ini :)

oleh : Erifson Jenando

Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Bandung

@erifson / http://www.berfikirliar.wordpress.com

Iklan

3 Komentar

Filed under tips and trick

3 responses to “Belajar Kehidupan dari sepak bola

  1. Mantap gan, analogi sederhana tapi ngena 😀

  2. hasbisy

    hehehe menarik mas, paling suka sih soal supporter soalnya pas banget sama saya hehehe jangan lupa kunjungi artikel lain saya di hasbisy.blogdetik.com salam kenal!

  3. ada konsep backball juga di dalam sepakbola yaitu ketika penjaga gawang menangkap bola yang dioper menggunakan kaki oleh rekan sepermainan.
    Analoginya adalah bahwa kita boleh menengok ke belakang namun bukan berarti kita harus kembali lagi ke belakang, atau nanti wasit bisa kasih pelanggaran 😀

    Nice post, son.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s