Mahasiswa kemarin, Mahasiswa hari ini, Mahasiswa hari esok

 

           Image

               Negri kita merindukan sosok pemimpin dan pengubah keadaan (agent of change) seperti sang Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara. Tak ada kata menyerah, tak ada kata takut, tegas, namun sangat rendah hati. Sosok pemimpin yang berani melawan arus, bahkan koloni Belanda menaruh hormat pada keberanian beliau. Melayani Indonesia dengan segala perjuangan melawan penjajah. Dan bahkan melayani kita dengan pendidikan yang telah kita nikmati sekarang. Melayani dengan untuk mencerdaskan bangsa. Sosok yang sangat dinantikan untuk menjawab persoalan bangsa ini.

        Indonesia butuh pemimpin untuk melakukan perubahan seperti Ki Hajar Dewantara. Inilah waktunya bagi pemuda Indonesia untuk membangun Indonesia dari keterpurukan. Semua bermula menjadi terang kecil yaitu diri kita sendiri. Menjadi bagian dari lilin lilin kecil di negri ini. Lalu mampu menerangi dan menyalurkan terang itu kepada lilin lainnya yang sedang mati.

        Faktanya, Indonesia sedang mengalami masalah yang cukup kompleks. Baik yang terjadi pada lapisan masyarakat atas sampai lapisan masyarakat bawah. Buruknya para pemimpin yang ada di lingkungan negri ini, membuat masalah – masalah bangsa seakan tak ada kata akhir. Bagai punduk merindukan bulan, itulah pribahasa yang dapat mencerminkan persoalan bangsa ini yang tak kunjung usai. Kerumitan persoalan yang multidimensional bukannya membuat para pemimpin kita semakin bersemangat untuk menyelesaikannya, tetapi terbuai oleh kenikmatan duniawi dan hasrat egois.

        Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita hanya menjadi penonton atas “panggung sandiwara” pemerintahan negri kita? Atau kita ingin menjadi seorang pemimpin yang mengubah keadaan yang lebih baik seperti Ki Hajar Dewantara?  Jawaban ada ditangan kita semua kawan.

             Dalam sejarah Indonesia, pemuda banyak mengambil peran penting. Dimulai dari Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Sumpah Pemuda sebagai wujud persatuan dan kesatuan Pemuda Indonesia yang luar biasa. Lalu dilanjutkan dengan tumbangnya kepemimpinan Presiden Soeharto pada tahun 1997 yang tak lepas dari peran besar para pemuda (mahasiswa). Tapi sayang itu hanya kondisi mahasiswa ‘kemarin’. Apa yang diperbuat oleh mahasiswa ‘hari ini’? Jauh dari yang diharapkan para pahlawan di alam baka sana.

        Mahasiswa hari ini hanya sebagai penikmat saja. Menikmati kecepatan perubahan teknologi, tapi tidak menjadi inovator teknologi. Menikmati kekayaan dari orang tua, tapi tidak memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk hidup mandiri. Hanya menikmati pendidikan di bangku kuliah, tapi tidak mengaplikasikan di lingkungan. Hanya menjadi follower, bukan trend setter. Sungguh ironis.

             Untuk menjadi agent of change, kita sebagai pemimpin haruslah mempunyai pengaruh. Ya, setiap pemimpin yang hebat mempunyai pengaruh. Idealnya , pemimpin haruslah menjadi termostat (yang mempengaruhi sekitarnya), bukan menjadi termometer (yang dipengaruhi sekitarnya). Dimulai dengan diri sendiri dahulu yang benar, lalu memimpin orang lain. Saya dan anda, kita adalah pemimpin masa depan.

        Saya mengajak para Pemuda Indonesia untuk bersatu dan berserikat dalam komunitas atau organisasi atau komunitas positif yang mendukung kebangkitan bangsa yang lebih baik. Sekarang sudah banyak sekali organisasi atau komunitas yang bergerak di dalam pergerakan pemuda untuk bangsa kita. Contohnya adalah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Forum Indonesia, Indonesia Unite, Indonesian Future Ledears, Bantu Indonesia Asosiasi, Indonesia Mengajar, dan lain-lain. Melalui organisasi pergerakan tersebutlah kita bisa menjadi mahasiswa hari ini yang baik untuk hari esok.

        Saya teringat dengan kata-kata dari Bung Karno yang sangat terkenal, yaitu : “Berikan saya beberapa pemuda, dan saya akan mengubah dunia! “ . Ini membuktikkan betapa kuat dan hebatnya karakter seorang pemuda Indonesia yang dapat mengubah segalanya menjadi luar biasa. Dan berpijak dari kata mutiara beliau, saya mengajak seluruh pemuda Indonesia bersatu dalam organisasi atau komunitas positif yang membangun bangsa. Pemuda sebagai elemen inti negri ini haruslah disadari oleh setiap pemuda Indonesia. Mahasiswa mempunyai tinta emas dalam sejarah Indonesia. Mereka adalah pahlawan pergerakan. Dan sekarang ayo kita meneruskan tinta emas tersebut kawan.

        Cukup sederhana saja yang kita lakukan. Pertama, membangun fondasi bangsa lewat peningkatan pendidikan. Menjadi volunteer pengajar anak-anak Indonesia yang masih minim pengetahuan adalah sesuatu yang tidak tabu. Mengaplikasikan ilmu-ilmu kita yang dipelajari di bangku kuliah akan lebih berguna apabila langsung kita praktekkan demi membantu saudara-saudara kita.

        Kedua, mau menjadi penyambung lidah rakyat adalah suatu hal melayani juga. Kita bukan hanya memiliki rasa kasihan terhadap saudara kita yang kurang beruntung. Tetapi kita berani bersuara, bertindak, dan mengubah keadaan bahkan mengubah kebijakan sang pemerintah. Pemimpin adalah sosok yang berani dan pantang menyerah, jika yang dia lakukan itu adalah sesuatu untuk kebenaran orang-orang di sekitarnya yang lemah. Kita juga bisa memanfaatkan organisasi atau komunitas kita sebagai penyambung lidah rakyat.

            Kalau  boleh mengambil pepatah orang bijak, lebih baik melakukan satu aksi dari pada seribu opini tanpa aksi. Jadi ayo bergerak sekarang, bung! Kami tidak akan berhenti berlari, sampai dunia tersenyum pada Indonesia. Terima kasih.

Image

 

BANGGA MENJADI PEMUDA INDONESIA!

RINGAN SAMA DIJINJING, BERAT SAMA DIPIKUL.

BERSAMA KITA MEMBANGUN INDONESIA.

 

Oleh : Erifson Jenando

          Mahasiswa Unpar Bandung

          Forum Indonesia Muda

           @erifson

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under tips and trick

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s