Dengarlah hai Pemimpin

Negara  kita merindukan sosok pemimpin dan pengubah keadaan (agent of change) seperti sang Bapak Proklamator kita, Ir. Soekarno. Tak ada kata menyerah, tak ada kata takut, tegas, namun sangat rendah hati. Sosok pemimpin yang berani melawan arus, bahkan koloni Belanda menaruh hormat pada keberanian beliau. Melayani Indonesia dengan segala perjuangan melawan penjajah. Dan bahkan melayani kita dengan kemerdekaan yang telah kita nikmati sekarang.

Lalu apakah ada sosok pemimpin seperi beliau hari ini?  Kita semua punya jawaban masing-masing. Akan tetapi, disini saya akan membantu menjabarkan 12 karakter pemimpin yang ideal untuk menjawab permasalahan bangsa kita sekarang. Dan inti dari setiap poin akan saya pertebal kalimatnya. Selamat merenung 🙂

  1. Negara kita kehilangan sosok pemimpin yang ‘sebenarnya’. Maksudnya adalah kita tidak merasakan adanya pemimpin yang menaungi dan mengayomi kita sebagai rakyat Indonesia. Tak salah jika beberapa waktu lalu muncul opini bahwa negara ini seperti negara auto pilot. Kita butuh seorang pemimpin yang mampu terjun langsung dan sering menjadi solusi yang bagi permasalahan negara, baik dalam kasus korupsi, hukum, dan sebagainya. Rindu rasanya jika kita bisa melihat pemimpin kita bisa sesekali tinggal dengan rakyat di pedesaan atau rumah sederhana, sehingga sang pemimpin tahu bahwa hidup rakyat Indonesia belum sepenuhnya sejahtera. Pemimpin selayaknya menjadi sosok yang dekat dengan Rakyat bukan sebaliknya.
  2. Kedua, berjiwa Entrepreneur. Jawaban dari permasalahan ekonomi di negara kita adalah dengan melahirkan entrepreneur-entreprenur yang bergerak usaha kecil menengah untuk menopang kemajuan perekonomian kita. Jika pemimpin kita punya sense of entrepreneur yang tinggi, maka perekonomian kita akan tumbuh dengan cepat.
  3. Rakyat mengkritisi seorang pemimpin itu sudah biasa. Itu tandanya rakyat peduli dan sayang akan pemimpinnya. Akan tetapi, apa yang terjadi jika seorang pemimpin tersinggung  dan bahkan marah besar ketika dikritik? Negara ini adalah negara demokrasi. Setiap orang bebas berpendapat dan beropini. Ketika seorang pemimpin dikiritisi, Terimalah Kritik  itu menjadi pembelajaran untuk hidup yang lebih baik lagi di masa depan, bukan malah melawan balik atau membela diri.
  4. Senyum. Senyum membuka pikiran yang kusam menjadi jernih. Senyum memperlihatkan ketulusan hati seorang pemimpin. Walaupun kita tahu segala permasalahan kenegaraan itu memang banyak dan kompleks, akan tetapi setidaknya sang pemimpin mampu tersenyum untuk memberikan rasa optimisme kepada rakyatnya. Contoh riilnya, adakah senyum yang mampu menandingi senyum seorang Barrack Obama? J
  5. Masih ingat apa yang dikatakan Ir. Soekarno kepada bangsa barat? Go To Hell! Begitu tegas dan tanpa rasa takut. Masih ingat perjuangan dan perlawanan Ahmaddinejad, Presiden Iran, ketika melawan rezim USA? Sangat berani. Inilah yang perlu dicontoh oleh pemimpin kita. Tidak Takut terhadap ancaman dan gangguan dari negara lain, bahkan dari negara tetangga pun. Berani berkata ya, jika memang itu pro kepada rakyat. Berani berkata tidak, jika itu merugikan rakyat.
  6. Tahu mengapa Tuhan menciptakan kita 1 mulut dan 2 telinga? Agar kita bisa lebih banyak mendengar daripada berbicara. Dengan mendengar lebih banyak, sang pemimpin akan mengetahui akar permasalahan  dan dapat mencarikan solusi yang tepat. Kita sebagai rakyat tidak perlu janji-janji palsu dari pemimpin kita. Kita hanya perlu bukti nyata yang dilakukan pemimpin untuk memajukan bangsa ini. Dan itu bisa tercapai jika pemimpin kita bisa lebih Banyak Mendengar.
  7. Pemimpin yang Melayani, bukan dilayani. Melayani dengan menerapkan nilai kehidupan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Maksudnya adalah pemimpin lebih banyak memberi kepada rakyat (tangan di atas), daripada hanya meminta dan menuntut untuk kenaikan gaji belaka (tangan di bawah).
  8. Indonesia memiliki keberagamaan suku dan budaya. Sangat disayangkan, jika pemimpin kita hanya berfikiran sempit bahwa Indonesia hanya Pulau Jawa, Bali, Sumatra, atau Kalimantan  saja. Lihatlah tanah Papua. Sebuah tanah surga yang kaya akan sumber daya alam. Mengapa pemimpin kita tidak lebih lagi mengeksplor Papua? Setidaknya sesuatu yang dipandang Minoritas tidak selalu berkualitas rendah bukan? J
  9. Pemuda memegang peranan penting dalam sejarah bangsa ini. Mulai dari Sumpah Pemuda tahun 1928. Lalu Reformasi yang digalakkan oleh para mahasiswa  tahun 1998. Dan terakhir, pembatalan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu sedikit banyak juga ada pengaruh dari pergerakan pemuda. Jika pemimpin kita jeli, pemimpin kita bisa memanfaatkan dan mendorong  potensi para pemuda untuk menjadi elemen utama dalam memajukan bangsa kita.
  10. Di negara RRC, seorang yang melakukan korupsi akan ditindak tegas, bahkan bisa dihukum mati. Di negara Jepang, seorang pejabat yang terbukti bersalah dan korupsi, haruslah turun dari jabatannya. Bahkan mereka turun jabatan secara otomatis yang berasal niat dari hati, tanpa disuruh-suruh dahulu. Pemimpin kita harusnya Tegas dalam menindak para koruptor negri ini. Jika memang bersalah, pemimpin memberikan instruksi untuk segera dihukum supaya masalah tersebut tuntas sampai akar-akarnya.
  11. Apa yang terjadi jika ketika para pemimpin segala bangsa berkumpul dalam suatu forum, dan pemimpin kita memakai batik sedangkan lainnya memakai jas? Tentu sangat unik dan membanggakan. Membanggakan kenapa?  Karena pemimpin  kita mengenakan karya asli anak bangsa yang luar biasa, yaitu batik. Tidak hanya batik, sang pemimpin juga dapat memperlihatkan Ciri Khas Budaya kita seperti murah senyum dan ramah di mata internasional.
  12. Pemimpin negri ini memang tidak memerintah seumur hidupnya. Ada periode kepemimpinan yang sudah ditentukan. Akan tetapi, ada baiknya pemimpin kita tidak berfikir hanya untuk kebutuhan hari ini saja, melainkan berfikir Sustainability Development (pembangunan berkelanjutan).  Jika pemimpin sudah memikirkan program-program yang tepat di masa depan , maka masa depan Indonesia akan lebih kuat dan cerah.

Itu adalah ke-12 poin yang boleh saya bagikan ke teman-teman. Memang tidak ada manusia yang sempurna yang mungkin dapat menerapkan ke 12 poin di atas dengan sama baik. Akan tetapi, saya berharap pemimpin kita mampu mendekati ke 12 karakter tersebut.

Bukan hanya bagi pemimpin kita saja, tetapi ini juga menjadi renungan kita sebagai calon pemimpin masa depan wahai para pemuda Indonesia. Mari terus berkarya untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Jaya Indonesiaku! 🙂  Terima kasih.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under tips and trick

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s