Kita Peduli

“Bukan lautan, hanya kolam susu…Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu ditanam jadi tanaman. “ Itu adalah sepenggal lirik lagu yang diciptakan band legenda Indonesia yang sangat mencirikan kondisi negara Indonesia yang kita cintai ini. Bukan mengada-ada, tapi lirik tersebut memang benar apa adanya. Indonesia sejak dulu dikenal sebagai negara agraris, sampai-sampai tanah kita dibilang tanah surga oleh dunia internasional karena apa saja yang ditanam dapat tumbuh. Wow luar biasa!

Akan Tetapi, tahukah anda bahwa kita sangat sering lupa bahwa negara kita juga punya kekayaan di sektor lain yang tidak kalah hebat. Bukan lautan, hanya kolam susu. Ya, kalimat itu sangat layak mencerminkan bagaimana kekayaan laut Indonesia yang sangat luar biasa, tapi sering kita lupakan.

Indonesia adalah negara Maritim. Bahkan, negara kita adalah negara maritim terbesar di dunia. Jika dilihat dari sejarahnya sejak jaman kerajaan – kerajaan dahulu, Indonesia sudah disebut sebagai bangsa maritim, dengan kerajaan Sriwijaya yang mem-praksainya sebagai kerajaan maritim terbesar se-Asia tenggara. Banyak kekayaan Indonesia yang berasal dari laut. Disini saya akan memberikan sedikit fakta yang dapat membuka paradigma kita kita bahwa negara ini sangat kaya dan kita pasti bisa menjadi negara yang maju.

Pertama, Negara Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Tidak hanya itu saja, negara kita memiliki 3 pulau dari 6 pulau terbesar didunia. Diantaranya, Pulau Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Pulau Sumatera (473.606 km2) dan Pulau Papua (421.981 km2).

Kedua, kita mempunyai perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia. Ketiga, dari segi kekayaan binatang laut, Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species. Bahkan, akhir-akhir ini baru ditemukan ikan terkecil di dunia di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala. Keempat, kekayaan tumbuhan yang hidup di laut Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Terumbu karang (coral reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

Dan saya sangat yakin, masih banyak kekayaan laut Indonesia yang lain yang masih belum digarap dan diolah oleh kita secara maksimal. Padahal dengan kelebihan- kelebihan di atas, Indonesia dapat mengangkat kesejahteraan rakyatnya dengan memanfaatkan sektor kelautan. Ini juga bisa jadi salah satu alternatif bahkan utama dalam pembangunan Indonesia ke depannya.

Akan tetapi, pertanyaanya sekarang adalah, dengan segala kekayaan dan  potensi laut yang dimiliki negri ini, mengapa rakyat Indonesia masih banyak yang hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan? Mengapa kita tidak memanfaatkan sektor kelautan kita yang sangat luar biasa ini? Mengapa pemerintah kita tidak memanfaatkan laut sebagai “penyatu” rakyat Indonesia ? dan malah sebagai “pemisah” ?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, saya ingin memberikan sebuah beberapa fakta atau kasus mengenai kelautan Indonesia. Yaitu, Pertama pada musyawarah Sulawesi IV Enam gubernur se-Sulawesi menggagas pembangunan “Terusan Khatulistiwa” yang memotong leher Pulau Sulawesi. Kelak Pulau Sulawesi bakal terbagi dua, karena dipisahkan oleh laut di terusan yang akan diberi nama Terusan Khatulistiwa. Jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, maka terusan ini akan menjadi terusan ketiga di dunia, sebab saat ini baru ada dua terusan, yakni Terusan Suez di Mesir dan Terusan Panama di Amerika Tengah. Terusan Khatulistiwa ini bisa menjadi jalur laut internasional yang ramai dan akan memperpendek jarak transportasi laut dari wilayah timur Pulau Sulawesi menuju wilayah barat Indonesia, serta ke Filipina dan Malaysia.

Dalam masalah ini kita bisa melihat ada nilai plus dan negatif. Nilai plus nya adalah ketika jalur ini direalisasikan, maka jalur itu akan banyak dilalui oleh jalur perdagangan antar negara yang akan menguntungkan Indonesia dan akan memudahkan perhubungan antara daerah di Sulawesi atau pulau-pulau di sekitarnya. Akan tetapi, ada juga nilai minusnya, yaitu laut tersebut bisa menjadi pemisah antara Sulawesi bagian utara dengan Sulawesi bagian bawah, dan akan menimbulkan banyak kesenjangan dan konflik. Pemerintah setempat harus cerdik dalam menyikapi hal ini. Bukan dilihat dari segi untungnya saja dalam perdagangan, tetapi dilihat juga dari nilai persatuan dan kesatuan rakyat Sulawesi terhadap adanya terusan tersebut. Laut haruslah menjadi pemersatu, bukan pemisah.

 

Lalu kasus ke dua mengenai dibangunnya jembatan penyebrangan di selat sunda. Proyek yang membutuhkan dana yang sangat besar ini memang memiliki banyak keuntungan dalam sudut pandang kelancaran perhubungan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumetra, sehingga tidak harus membuang waktu banyak untuk menyebrang dan tidak harus repot – repot naik ke kapal feri ketika menyebrang. Akan tetapi, pemerintah harus melihat dan peduli terhadap orang – orang yang berkerja di kapal feri dan dan kapal angkutan yang telah menggantungkan hidupnya di perairan selat sunda. Dengan dibangunnya jembatan, maka orang – orang tidak membutuhkan kapal lagi dan berdampak pada orang – orang yang tadinya punya perkerjaan menjadi menganggur dan akhirnya menaikkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Potensi laut Indonesia sangat luar biasa, dan banyak rakyat kecil yang sudah turun temurun hidup dari laut, maka tidak seharusnya para “pengambil kebijakan” mengambil keputusan sesuka hati demi memperoleh untuk untuk diri sendiri tanpa memikirkan orang lain.

Solusi yang dapat saya usulkan disini adalah , Pertama dari SEKTOR PARIWISATA. dengan memaksimalkan potensi kelautan Indonesia dalam bidang pariwisata. Indonesia dikenal dunia internasional sebagai surga para wisatawan karena keindahan pantai dan wadah yang sangat bagus untuk melakukan liburan dan beraktifitas olahraga ekstrim di pantai seperti surfing, speedboat dan lain-lain.  Kita ambil contoh wisata pantai Pulau Bali. Pantai di Pulau Bali salah satu tempat pariwisata yang dari dulu sampai sekarang menjadi sumber utama devisa Indonesia dalam sektor pariwisata.  Akan tetapi masalah keamanan yang disebabkan aksi terorisme dan undang-undang yang beberapa waktu lalu, membuat para wisatawan asing enggan berkunjung ke Bali, dan berdampak buruk bagi negara kita. Maka dari itu, pemerintah sebaiknya meningkatkan pelayanan dan keamanan yang terdapat di tempat-tempat wisata di Pulau Bali dan merekontruksi ulang bangunan atau sarana pra sasrana yang kurang bagus, sehingga menambah kenyamanan dan loyalitas para wisatawan asing/domestik terhadap Pulau Dewata ini.

Dengan begitu, ke depannya pemerintah secara tidak langsung juga membantu usaha kecil menengah lokal (mikro) seperti toko cinderamata, accesoris, jajanan, penyewaan jasa, tempat menginap, restoran, yang terdapat di daerah wisata tersebut, sehingga menaikkan taraf kesejahteraan penduduk setempat juga. Solusi ini tidak hanya dilakukan di tempat wisata pantai Bali saja, tapi di tempat wisata perairan/pantai lainnya seperti Danau Toba Sumatera Utara, Pantai Pengandaran Jawa Barat, Pantai Lombok, dan lain-lain. Dan solusi di atas menurut sudut pandang ekonomi mikro yang dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk local lewat pemanfaatan kekayaan laut dalam sektor pariwisata.

Kedua, MENJAGA EKOSISTEM TUMBUHAN LAUT  yang hidup di perairan Indonesia. Saya ambil contoh Taman Laut Bunaken , Manado, Sulawesi Utara. Taman laut Bunaken ini merupakan salah satu laut yang memiliki biodiversitas kelautan tertinggi di dunia. Disini  juga sering dipakai sebagai arena melakukan snorkling atau diving para wisatawan untuk menikmati dan mengeksplorasi keindahan bawah laut yang luar biasa. Hanya saja, kehidupan terumbu karang dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan keuntungannya diri sendiri. Pemerintah wajib ambil langkah tegas untuk mencegah perusakan yang lebih lanjut. Meningkatkan pengamanan dan memberikan hukuman bagi orang yang melanggar aturan harus dilakukan.

 

Ketiga, kita selayaknya menjaga dan dan melestarikan kekayaan perairan di Indonesia, seperti SUNGAI dan RAWA. Karena dengan menjaga sungai di sekitar kita, kita juga menjaga kelangsungan ekosistem yang terjadi di lingkungan kita, serta sungai yang menjadi saran transportasi di daerah – daerah . Saya disini mengambil contoh sungai asahan, Sumatera Utara. Lokasi sungai ini beberapa kali dijadikan tempat kejuaraan nasional maupun internasional dalam olah raga arung jeram. Kiri kanan hutan dan sungai ini jenis sungai berbatu, lebar dengan jeram yang besar, sehingga benar benar menantang. Dengan begitu, sudah selayaknya sungai ini kita jaga dan rawat karena dengan sungai ini menjadi ciri khas dan menunjukkan kulaitas perairan Indonesia, karena sering dijadikan ajang kompetisi arung jeram Internasional. Bahkan, kabaranya marmer di kawasan ini merupakan salah satu sumber cadangan marmer terbesar di dunia.

Keempat, meningkatkan MOBILITAS dan KESEJAHTERAAN NELAYAN. Maksudnya mobilitas nelayan disini adalah nelayan kita diberi fasilitas yang baik dalam menunjang perkerjaanya dan kemudahan dalam menjala ikan. Sehingga distribusi tangkapan laut dari nelayan ke pasar juga bisa terjadi dengan lancar. Sebaiknya kita juga menyediakan Koperasi untuk nelayan Indonesia , sehingga nelayan berkesempatan mempunyai sendiri barang – barang yang diperlukan oleh nelayan dengan bantuan dana dari koperasi. Lalu para nelayan Indonesia juga berkesempatan dalam menabung untuk persiapan keluarga mereka masing – masing di masa depan. Sehingga nelayan sebagai ujung tombak sektor perikana Indonesia bisa terjamin kehidupannya dan akan berdampak pada peningkatan kemakmuran rakyat Indonesia.

Kelima, BISNIS PERIKANAN BUDIDAYA dan EKSPOR IKAN. Piont disini adalah kita meningkatkan lagi kualitas output perikanan Indonesia serta membudidayakannya. Selama ini, para nelayan “liar” mengambil ikan- ikan di laut dengan cara yang tak wajar, yaitu dengan menggunakan racun ikan, bom, atau sebagainya yang malah merusak ekosistem laut dan menurunkan kualitas hasil ikan yang ditangkap. Lagi – lagi peran para nelayan “liar” ini harus ditindak lanjuti dengan serius, dan kalau perlu dibawa ke jalur hukum. Setelah masalah ini selesai, maka barulah Dinas perikanan Indonesia dapat membudidayakan hasil – hasil tangkapan ikan Indonesia yang kualitasnya memang istimewa ke ruang lingkup nasional atau pun internasional melalui media-media. Sehingga nama baik produk ikan di Indonesia akan melambung, yang akan menghasilkan forward effect terhadap peningkatan ekspor ikan Indonesia ke luar negri.

Dengan begini, Indonesia tidak harus pusing-pusing lagi memikirkan bagaimana sektor pertanian bisa menghasilkan produk untuk diekspor, toh dari sektor perikanan saja Indonesia sudah bisa mengangkat GDP dan kemakmuran Indonesia ke depan. Solusi yang terakhir tersebut saya ambil dari sudut pandang ekonomi makro, yaitu bagaimana meningkatkan GDP dan pendapatan per kapita melalui sektor perikanan dan kelautan.

Solusi – solusi di atas hanya menjadi wacana semata, apabila tanpa dilakukan. Maka dari itu, sebagai pemuda Indonesia, sebagai penerus bangsa yang harus membawa perubahan yang signifikan bagi masa depan negri ini, kita selayaknya bersatu bersama – sama untuk mencapai Indonesia yang lebih baik. Berawal dari pendahulu kita para pemuda bangsa yang telah menorehkan tinta emas pada tahun 1928 lewat Sumpah Pemuda, kita selayaknya meneruskan amanat dan semangat tersebut. Dalan sejarah Indonesia, pemuda banyak mengambil peran penting. Dimulai dari Sumpah Pemuda pada tahun 1928 sebagai wujud rasa nasionalisme persatuan dan kesatuan Pemuda Indonesia, lalu dilanjutkan dengan tumbangnya kepemimpinan Presiden Soeharto pada tahun 1997 yang tak lepas dari peran besar para pemuda (mahasiswa), dan sekarang kita diingatkan kembali untuk tidak hanya menjadi penonton “panggung sandiwara” di negri ini, tapi menjadi pengubah keadaan dan penentu masa depan Indonesia selanjutanya.

Dengan pembangunan di sektor yang masih banyak belum kita gali, yaitu kelautan, seharusnya ini menjadi jalan keluar negri ini untuk lepas dari masalah multidimensi yang telah lama mendekap negri ini. Kalau  boleh mengambil pepatah orang bijak, lebih baik melakukan satu aksi dari pada seribu opini tanpa aksi. Maka kita sebagai pemuda Indonesia, harapan bangsa, sudah selayaknya melakukan hal yang kongrit buat bangsa ini. Tidak usah yang muluk – muluk atau yang susah, tetapi mulailah dengan hal – hal yang kecil dahulu. Dimulai dengan bersama – sama kita PEDULI terhadap diri kita sendiri. Karena apabila kita tidak peduli atau sayang kepada diri kita sendiri, maka kita akan susah untuk mempedulikan orang lain. Peduli dengan kesehatan kita, pendidikan kita, dan masa depan kita juga. Lalu dilanjutkan dengan peduli terhadap orang – orang yang di sekitar kita. Walaupun di sekitar kita sangat beragam kebudayaan, ras, dan agama, tidak seharusnya kita tidak saling mempedulikan dan terpecah belah. Dengan letak geografis pulau – pulau kita yang dibatasi oleh lautan, tidak seharusnya kita menganggap itu sebagai perbedaan, karena kita adalah satu! Bangsa Indonesia. Kita bertanah air satu, Tanah air Indonesia! Kita berbahasa satu, Bahasa Indonesia! Walaupun berbeda – beda tetapi kita tetap satu jua.

Jika kita sudah bisa peduli terhadap orang – orang di sekitar kita, maka kita akan mudah untuk peduli terhadap lingkungan kita. Menjaga lingkungan, terutama laut sebagai harta kekayaan kita turun temurun. Tidak membuang sampah semabarangan ketika kita berlibur ke pantai atau tidak merusak ekosistem yang berada di perairan atau laut adalah contoh kepedulian kita terhadap masa depan negri ini kelak. Karena negri ini kelak akan diwariskan ke anak cucu kita, dan tidak seharusnya kita merusak dan menghabisi  sumber daya laut yang telah ada.

Dan terakhir, kita sebagai pemuda Indonesia sebaiknya mendukung persatuan dan kesatuan dan menghindari perpecahan yang ada. Kita adalah orang yang harus melakukan perubahan dengan mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dengan potensi laut kita. Langkah kongkrit nya dengan mendukung program pemerintah dalam bidang kelautan, melaksanakan pogram yang berhubungan solusi yang saya paparkan di atas dengan terjun langsung ke lapangan, dan mempunyai rasa bangga bahwa Indonesia dalah bangsa yang besar dengan sejarah pemuda yang luar biasa tak pernah menyerah dan potensi alam laut yang sangat mungkin menjadikan negara ini menjadi negara super power kelak.

BANGGA MENJADI PEMUDA INDONESIA!

BERAT SAMA DIJINJING, RINGAN SAMA DIPIKUL!

BERSAMA KITA MEMBANGUN INDONESIA! 🙂

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under tips and trick

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s